Selasa, 23 September 2008

Seorang ibu seketika berguguran air mata dan bersuara sesenggukan. Dia menceritakan tentang kunjungannya ke penjara. Dia menyaksikan seorang ibu muda membawa serta bayi ke penjara. Dia sangat kasihan pada ibu dan teristimewa anak manusia balita tak berdosa itu. Kami semua peserta pertemuan sharing dan doa bersama tersentak.

Ketika di rumah saya dan isteri membicarakan hal itu. Menurut saya tangis ibu itu hanya sebuah ledakan dari perasaan bawah sadar yang sudah menumpuk. Pemicu utama tangis sebetulnya ada yang lain yang tak terungkapkan.

Ibu ini mempunyai dua orang anak lelaki berusia SMP dan SD. Keduanya baru menyelesaikan tingkat pendidikan SD dan SMP. Putera pertamanya sedang diasingkan ke Jogya. Dia melanjutkan pendidikan SMU di kota pelajar tersebut. Harapan sang ibu penuh kasih adalah semoga sang anak bisa berobah. Ketika masih di rumah anak bau kencur ini sudah sering bersama pasangan lain jenis mengundu film biru, yang menghanyutkan emosi seksual anak remaja tanggung. Sang ibu sangat terpukul dan terus menutupi masalah. Tetapi rahasia bocor terjadi melalui tirisan mulut ember sang pembantu nyonya. Sang ibu ini dalam keseharian sangat sibuk mengurus diri dan berteman. Penampilan utama dan paling oke. Lengan penuh gelang emas. Saat ini tidak bersanggul lagi karena mengikuti trend berambut pendek, sampai tak perlu disisir lagi. Menata rambut cukup dengan menyibakkan jari di kepala.

Cara berbusana dan bertutur kata merupakan ungkapan pikiran dan hati seorang. Orang Belanda bilang busana mencerminkan orangnya. Ada busana Tak salah kalau biang diam itu emas. Karena ketika seorang berbicara dan bertingkah laku ekstra maka pudarlah kadar emas itu. Mulut seperti kaleng rombeng. Rias mencolok seperti topeng monyet memberi ruang penilaian miring dari masyarakat.

Hidup itu selayaknya biasa-biasa saja. Ketika orang memperlakan diri luar biasa maka orang keluar dari kebiasaan-kebiasaannya. Hal itu masih bernilai positif ketika orang bisa mengendalikan diri. Tetapi ketika kiontrol dirinya kendur, ia masuk dalam sesuatu yang baru dan dihanyutkan oleh aliran baru.

Tidak ada komentar: