Jumat, 10 Oktober 2008

APA BENAR TUHAN ADA

Apa benar Tuhan ada? Pertanyaaan ini diajukan kepada saya oleh seorang gadis berbadan kurus tinggi dengan mata sayu sambil berlinang air mata. Ini bukan basa basi. Dia masih melanjutkan lagi. Apakah saya salah memilih Allahku? Dia bertanya kepada saya apa pendapat saya. Saya kemudian balik bertanya. Apakah dia masih percaya bahwa Allah ada. Dia mengatakan dia kurang percaya. Saya tiba-tiba menjadi pengkhotbah. Lalu kamu pikir darah yang mengalir ditubuhmu kamu isi sendiri seperti bensin. Dan tulang di badanmu itu kamu bikin dari besi? Allah tidak pernah menampakkan diri. Tetapi Allah hadir dan menampak diri-Nya melalui ciptaan Allah.

Dia kemudian bercerita tentang kesulitan hidupnya. Penyakit yang diderita ibunya sebagai soko guru rumah tangga. Karena sang ayah telah tiada. Dia , yang tamatan SMU sedang menganggur. Dia terus bersholat katanya. Tetapi Tuhan seolah tidak menjawab doanya. Dalam setiap kesesakan orang menacari pegangan. Manusia masuk dalam situasi batas kemanusiaannya. Orang menjadi lebih khusus berdoa. Tetapi ketika doanya belum terkabul timbul tanya apakah Allah sungguh ada atau masih ada Allah lain yang harus didatangi. Salahkah aku memilih Allah, kata sang gadis. Ini jeritan, teriakan dari lubuk terdalam dimana manusia merasa gelap dan tidak menemukan caranya. Hanya Allah menjadi tempat terakhir. Allah memang sering ditinggalkan.

Selasa, 23 September 2008

SATU JAM SEHARI BERSAMANYA

Satu jam sehari bersama Tuhan. Pasti semuanya beres. Pither Lintong salah satu pimpinan dan marketer handal dari Cahayaprint. Dia pernah merasa bangga memiliki kesuksesan. Tetapi kemudian dia terpuruk karena tidak bersama Tuhan. Kesombongan dan kemegahan diri yang maju. Semua hartanya lenyap. Dia mulai lagi kegiatan dengan bertemu Tuhan sejam sehari. Dan kini dia merasa kehidupannya berubah.

Saya terpanah. Ada yang kurang dalam diri saya. Ketika dia mengetahui rancana hidup saya ke depan, dia berkata jalan terbaik adalah berjalan bersama Tuhan. Sisipkan waktu satu jam sehari bersama Tuhan. Tuhan berkarya luar biasa. Dia tidak pernah takut lagi. Dia merasa lega. Dengan satu jam sehari dia merasa bisa mengatasi masalah dan meraih apa yang dia inginkan.

Satu jam sehari bersama Tuhan, dengan satu permintaan selebihnya Tuhan akan tambahkan. Terkesima saya. Sadar bahwa diri saya kurang dalam hal ini. Siapakah yang mengirim orang ini kehadapanku? Tuhan tidak pernah datang sendiri kasat mata kehadapan manusia. Tuhan datang dengan berbagai cara. Dia menyatakan keberadaan dan nasehatnya melalui ciptaanNya yang kasat mata. Pither salah satu ciptaan dan citraNya berada persis di depan saya. Inikah cara Tuhan menegur dan mengundang saya?
Seorang ibu seketika berguguran air mata dan bersuara sesenggukan. Dia menceritakan tentang kunjungannya ke penjara. Dia menyaksikan seorang ibu muda membawa serta bayi ke penjara. Dia sangat kasihan pada ibu dan teristimewa anak manusia balita tak berdosa itu. Kami semua peserta pertemuan sharing dan doa bersama tersentak.

Ketika di rumah saya dan isteri membicarakan hal itu. Menurut saya tangis ibu itu hanya sebuah ledakan dari perasaan bawah sadar yang sudah menumpuk. Pemicu utama tangis sebetulnya ada yang lain yang tak terungkapkan.

Ibu ini mempunyai dua orang anak lelaki berusia SMP dan SD. Keduanya baru menyelesaikan tingkat pendidikan SD dan SMP. Putera pertamanya sedang diasingkan ke Jogya. Dia melanjutkan pendidikan SMU di kota pelajar tersebut. Harapan sang ibu penuh kasih adalah semoga sang anak bisa berobah. Ketika masih di rumah anak bau kencur ini sudah sering bersama pasangan lain jenis mengundu film biru, yang menghanyutkan emosi seksual anak remaja tanggung. Sang ibu sangat terpukul dan terus menutupi masalah. Tetapi rahasia bocor terjadi melalui tirisan mulut ember sang pembantu nyonya. Sang ibu ini dalam keseharian sangat sibuk mengurus diri dan berteman. Penampilan utama dan paling oke. Lengan penuh gelang emas. Saat ini tidak bersanggul lagi karena mengikuti trend berambut pendek, sampai tak perlu disisir lagi. Menata rambut cukup dengan menyibakkan jari di kepala.

Cara berbusana dan bertutur kata merupakan ungkapan pikiran dan hati seorang. Orang Belanda bilang busana mencerminkan orangnya. Ada busana Tak salah kalau biang diam itu emas. Karena ketika seorang berbicara dan bertingkah laku ekstra maka pudarlah kadar emas itu. Mulut seperti kaleng rombeng. Rias mencolok seperti topeng monyet memberi ruang penilaian miring dari masyarakat.

Hidup itu selayaknya biasa-biasa saja. Ketika orang memperlakan diri luar biasa maka orang keluar dari kebiasaan-kebiasaannya. Hal itu masih bernilai positif ketika orang bisa mengendalikan diri. Tetapi ketika kiontrol dirinya kendur, ia masuk dalam sesuatu yang baru dan dihanyutkan oleh aliran baru.
HIdup manusia sungguh ada di luar kehendak diri pribadi sendiri. Ada yang menyebutnya hidup manusia sebagai terdampar atau terlempar ke tengah dunia. Saya kira terdampar adalah betul.
Perjalanan hidup orang akhrinya sampai pada satu tahap yang jauh dari keinginan dan rencana kita sendiri.

Setiap tahap dalam kehidupan manusia harus diterima dengan rasa syukur. Syukur pertama karena setiap tahap yang dicapai tidak murni dari rencana dan usaha sendiri. Selama masih sadar berarti masih ada hidup. Hidup itu diselenggarakan bukan karena kekuatan manusi. Karena manusia sebagai makhluk kodrati memiliki keterbatasan,

Senin, 22 September 2008

Aku Terseret Dalam Arus Politik

Ribut dan ribut itu yang saya lihat kehidupan orang yang berenang dalam gelombang dan arus politik. Itu yang paling berkesan dalam benak saya. Sebuah sugesti paling negatif masuk ke dalam ruang bawah sadar saya.

Ada orang yang bilang kepada saya , kamu sibuk melindungi diri dalam titik aman. Kamu selalu bermain aman. Ada yang lain usulkan kita harus bangunkan sense politik. Betapapun kaya seorang pengusaha, tetapi seorang pegawai camat lebih memberi dampak banyak bagi rakyat. Saya pikir pendapat teman saya terlalu berlebihan. Terlalu meremehkan para pengusaha, pemberi lapangan kerja. Tetapi itulah kata teman saya.

Karena satu dan lain hal saya akhirnya masuk dalam arus deras politik. Saya lalu bergabung dalam satu partai. Setelah luntang lantung mengarungi kehidupan menghadang gelombang masalah kota, saya mendaftarkan diri di desa, tempat kelahiranku. Dalam waktu yang relatif singkat semua informasi tentang kabupaten daerah kelahiranku saya baca. Seluruh pemikiranku tidak jauh dari semua yang berbau desa. Berbagai sumber informasi dicari. Dan saya berusaha memahami.

Saya kembali ke desa mendaftarkan diri sebagai anggota partai politik. Dan saya mendaftarkan diri sebagai Bacaleg. Saya harus mendapatkan KTP daerah. Kini saya memiliki Kartu Keluarga dan KTP daerah. Sementara dalam dompetku masih ada KTP DKI. Siapa yang salah? Saya pikir ini juga salah saya. Saya termasuk orang yang membuat jumlah penduduk iIndonesia yang banyak menjadi lebih besar karena dua KTP ditangan.