Kamis, 11 Juni 2009

WAJAH BURUK MALAYSIA DI KLANTAN

Kasus kekerasaan rumah tangga yang dialami Manohara menjadi sebuah tontonan pilu dan memalukan. Siapapun pantas merasa pilu. Suami Manohara yang anak raja Klantan pasti mengidap sakit jiwa. Dan kalau benar semua kisah Manohara, jangan-jangan dalam lingkaran keluarga kerajaan telah ada pengalaman serupa yang disaksikan oleh putera raja Klantan. Jangan-jangan di dalam tembok kerajaan Klantan terkurung Manohara lainnya.

Manohara menjadi sebuah momentum. Manohara menjadi detak waktu. Manohara menjadi pendulum yang mengajak kita untuk sadar bahwa senyum manis wanita di istana Klantan hanyalah sandiwara. Manohara telah menjadi sebuah simbol keberanian untuk berteriak dan berlari dari kepura-puraan. Melalui Manohara jelas kita mengetahui bahwa kebahagiaan sesungguhnya bukan berada di harta. Kebahagiaan sesungguhnya adalah sebuah sikap dan keadaan batin yang tenang untuk menerima keadaan sekitar menjadi bagian yang mendukung hidupnya.

Tidak ada komentar: