Jumat, 12 Juni 2009

HUKUM MEMBENARKAN KEBOHONGAN DI MALAYSIA

Kisah pedih Siti Hajar mendulang ringgit membawa petaka membuat siapa saja yang berhati manusia ikut bersedih. Michelle pelaku membantah telah melakukan tindakn kejam, keji menyiksa seorang yang begitu lugu melayaninya.
Kisah serupa dialami seorang gadis asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang terungkap 17 Mei 2004. Yim Pek Ha juga dengan tenang mencuci tangan menyatakan tidak bersalah. Dia menyangkal menganiaya Nirmala Bonat.
Kisah Siti dan Nirmala didepan hukum bakal sama dengan yang akan dialami oleh Manohara yang diculik pada usia belia, dinikahi, dibohongi dan digiring ke Mekkah berhaji tetapi kemudian diseret paksa ke Maaysia. Penderitaan begitu berat untuk seorang isteri yang pantasnya dicintai. Teriakan Paris Hutapea SH pengacara Manohara di televisi, yang mengklarifikasi data dari manifest penumpang pesawat, disambut dengan senyum dan kata cemooh oleh yang ditanya dari kerajaan Klantan Malaysia. Dia mengatakan silahkan tanya saya di depan pengadilan. Hotma Paris Hutapea dan siapapun pencari keadilan pasti akan kecewa dinegeri Melayu. Karena KEBOHONGAN DIBENARKAN DIDEPAN HUKUM MALAYSIA. TERSANGKA TIDAK AKAN MENGAKUI KEJAHATAN. Pembuktian hanya tergantung pada saksi pelapor. Terdakwa atau yang terlapor tidak bisa dimintai keterangan untuk klarfikasi. Siterdakwa akan dengan mudah mengatakan fitnah seperti keluarga raja Malaysia di Klantan.

Kamis, 11 Juni 2009

WAJAH BURUK MALAYSIA DI KLANTAN

Kasus kekerasaan rumah tangga yang dialami Manohara menjadi sebuah tontonan pilu dan memalukan. Siapapun pantas merasa pilu. Suami Manohara yang anak raja Klantan pasti mengidap sakit jiwa. Dan kalau benar semua kisah Manohara, jangan-jangan dalam lingkaran keluarga kerajaan telah ada pengalaman serupa yang disaksikan oleh putera raja Klantan. Jangan-jangan di dalam tembok kerajaan Klantan terkurung Manohara lainnya.

Manohara menjadi sebuah momentum. Manohara menjadi detak waktu. Manohara menjadi pendulum yang mengajak kita untuk sadar bahwa senyum manis wanita di istana Klantan hanyalah sandiwara. Manohara telah menjadi sebuah simbol keberanian untuk berteriak dan berlari dari kepura-puraan. Melalui Manohara jelas kita mengetahui bahwa kebahagiaan sesungguhnya bukan berada di harta. Kebahagiaan sesungguhnya adalah sebuah sikap dan keadaan batin yang tenang untuk menerima keadaan sekitar menjadi bagian yang mendukung hidupnya.

Kamis, 04 Juni 2009

SAY NO TO OMNI HOSPITAL N INHUMAN LAWYER

Kasus ibu Prita sungguh mengenaskan. Ibu Prita mewakili jutaan pasien dan pesakit di rumah yang diharapkan menyehatkan. RUMAH SAKIT OMNI TERNYATA HANYA TAKUT KEHILANGAN PELANGGAN DAN UANG. Visi dan Misi membangun rumah sakit perlu dipertanyakan. Sekarang sadarlah kita bahwa rumah sakit itu adalah tempat mengandangkan orang sakit untuk mendapatkan uang saja. Karena itu yang dijaga adalah nama baik semata. Karena nama baik menghasilkan penghargaan dan uang.

Penasehat hukum, polisi dan kejaksaan dan mungkin kuasa uang bermain disana. Ada yang tidak beres dan penerapaan hukum di negeri bersila Kemanusiaan ini. Hukum negeri ini memang berpihak pada kuasa dan uang. Hukum di negeri ini belum manusiawi.

SAY NO TO OMNI HOSPITAL and YES FOR ALL WHO CARE TO PRITA CASE.