Kisah pedih Siti Hajar mendulang ringgit membawa petaka membuat siapa saja yang berhati manusia ikut bersedih. Michelle pelaku membantah telah melakukan tindakn kejam, keji menyiksa seorang yang begitu lugu melayaninya.
Kisah serupa dialami seorang gadis asal Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang terungkap 17 Mei 2004. Yim Pek Ha juga dengan tenang mencuci tangan menyatakan tidak bersalah. Dia menyangkal menganiaya Nirmala Bonat.
Kisah Siti dan Nirmala didepan hukum bakal sama dengan yang akan dialami oleh Manohara yang diculik pada usia belia, dinikahi, dibohongi dan digiring ke Mekkah berhaji tetapi kemudian diseret paksa ke Maaysia. Penderitaan begitu berat untuk seorang isteri yang pantasnya dicintai. Teriakan Paris Hutapea SH pengacara Manohara di televisi, yang mengklarifikasi data dari manifest penumpang pesawat, disambut dengan senyum dan kata cemooh oleh yang ditanya dari kerajaan Klantan Malaysia. Dia mengatakan silahkan tanya saya di depan pengadilan. Hotma Paris Hutapea dan siapapun pencari keadilan pasti akan kecewa dinegeri Melayu. Karena KEBOHONGAN DIBENARKAN DIDEPAN HUKUM MALAYSIA. TERSANGKA TIDAK AKAN MENGAKUI KEJAHATAN. Pembuktian hanya tergantung pada saksi pelapor. Terdakwa atau yang terlapor tidak bisa dimintai keterangan untuk klarfikasi. Siterdakwa akan dengan mudah mengatakan fitnah seperti keluarga raja Malaysia di Klantan.