Minggu, 31 Mei 2009

JUNI 01,2009

Saya bangun pagi setelah mendengar alarm dari handphone. Saya mengambil buku karangan James Clavell berjudul TAI-PAN. Saya baru membeli buku ini dua jilid. Dan masih membaca jilid satu bagian awalnya. Buku ini terdiri dari dua jilid. Alur cerita novel ini pada awalnya tidak terlalu menarik, tetapi saya berusaha untuk terus membaca guna mengisi waktu kosongku. Saya juga membaca pada saat saya berada di kamar kecil pada saat buang hajat. Bila tidak ada buku, saya juga membaca koran di sana.
Pagi ini saya berolahraga ringan mengawali hari. Lari-lari dihalaman berumput tanpa alas kaki. Kemudian membuat beberapa gerakan otot tangan kaki dan seluruh badanku. Sebuah batang bambu sepanjang dua meter yang kulihat di teras persis dipinggir taman pembatas, yang biasa digunakan ba untuk memetik buah jeruk limau kuambil. Bambu itu kupegang dengan kegua tangan agak melebar dan kugunakan sebagai pembantu saya menggerakkan tangan ke atas kebawah dan terkdang menekuk sampai kebawah kaki. Saya mengalami kesulitan untuk menunduk lebih dalam. Dengan bambu yang sama saya pegang dan berdiri tegak dengan tangan kanan. Saya mengayunkan kaki setinggi mungkin dengan ukuran ruas-ruas bambu di tangan.

Setelah berkeringat saya berhenti dan menuju ruang kecil, tempat yang biasa digunakan untuk bekerja. Dan saya menulis catatan ini.

Rabu, 27 Mei 2009

TIVI DAN URAT MALU

Tontonan televisi Indonesia makin hari makin bervariasi. Tidak ada lagi ruang tertutup bagi diri dan keluarga. Sekarang benar menjadi ruang umum, dan tidak memungkinkan hak-hak pribadi menjadi monopoli sendiri. Rahasia pribadi bisa dibuka tuntas dalam berbagai info publik. Rasa suka dan duka serta berbagai suasana hati yang tertutup menjadi milik pribadi tidak bisa diendapkan sendiri. Semuanya diluapkan secara gamblang dalam ruang umum.

Kemarin dalam sebuah acara tv pertengkaran keluarga dihadirkan. Suami yang dosen (Ronald) dan isterinya yang menjadi humas di perusahaan terkenal. Dua anak yang selama ini menyaksikan hiru pikuk pertengkaran dan kekerasan dalam keluarga dihadirkan.

Melal;ui pemandu semua yang terjadi dalam keluarga dibongkar habis. Apa yang tersimpan diam dalam hati dibuka. Semua yang ada dalam rumah tangga bahkan yang berada dalam batin masing-masing dibuka. Wajah mereka coba di beri penutup wajah dalam ukuran mini sehingga orang masih bisa mengenal wajah orang tersebut. Sebuah drama keluarga dihadirkan dalam keaslian. Sebuah tontonan yang mempermalukan diri. Membuka diri sampai habis. Mereka sebetulnya ibarat berjalan telanjang sebagai orang yang jahat saja. Sudah habislah urat malu mereka. Mereka menjadi robot atau mesin kata-kata tanpa rasa.

Minggu, 24 Mei 2009

SELEBRITI TELANJANGI ISTERINYA

Telanjang artinya membiarkan diri tidak tertutupi. Telanjang dalam arti harafiah artinya bugil, alias polos tanpa busana. Karena itu bagi yang memiliki urat malu telanjang itu memalukan. Telanjang atau ketelanjangan telah membuat heboh di negeri ini. Kita ingat ketika salah seorang isteri presiden pertama negara bermoral Pancasila ini diberitakan berfoto tanpa busana. Dan akhir-akhir ini banyak artis kita dihebohkan membiarkan tubuh mereka difoto telanjang atau dimanipulasi ketelanjangannya.

Hidup manusia selalu ada sisi yang ditutup. Hidup itu menjadi sebuah keindahan dan juga misteri manakala ada yang masih harus disingkap, dan bukannya polos alias bugil. Kebugilan itu tidak saja dalam arti telanjang tanpa busana. Telanjang memang selalu bikin malu. Membuka kehidupan pribadi yang berlebihan juga sama membuat malu. Kata orang kampung sama dengan menelanjangi kehidupan seorang. Memalukan.

Ketika menonton siaran TV seorang pesohor mengatakan dia menceraikan isterinya karena dia menemukan isterinya bermesrahan dengan lelaki lain. Hal ini sebetulnya tidak perlu dibuka didepan publik. Ini sama dengan menelanjangi isterinya. Itu artinya mempermalukan isteri dan dirinya sendiri. Karena pada sisi lain sang pesohor yang lelaki juga menelanjangi dirinya ketika dia meninggalkan isterinya berminggu-minggu tanpa ketahuan dimana rimbanya. Selebriti Indonesia banyak membuat kebohongan publik dengan kawin cerai sambil saling menelanjangi pasangan mereka. Memalukan.